Top Ads

Belajar Landasan Teori, Kerangka Berpfikir dan Pengajuan Hipotesis

A. Desekripsi Teori

Deskripsi teori yaitu teori-teori yang relavan yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang variabel yang akan diteliti, serta sebagai dasar untuk member jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan ( hipotesis ) dan penyusunan instrument penelitian.

Teori-teori yang digunakan bukan sekedar pendapat dari pengaeang, pendapat penguasa, tetapi teori yang betul-betul telah teruji kebenarannya secara empiris. Di sini juga diperlukan dukungan hasil-hasil penelitian yang telah ada sebelumnya yang ada kaitannya dengan variabel yang akan diteliti. Jumlah teori yang dikemukakan tergantung pada variabel yang diteliti. Kalau variabel yang diteliti ada lima, maka jumlah teori yang dikemukakan juga ada lima

B. Kerangka Berfikir

Kerangka berfikir merupakan sintesa dari teori-teori yang digunakan dalam penelitian sehingga mampu menjelaskan secara operasional variabel yang diteliti, menunjukan hubungan antar variabel yang diteliti dan mampu membedakan nilai variabel pada berbagai populasi dan yang berbeda.

Kerangka berfikir yang baik akan mejelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. Jadi secara teoritis perlu dijelaskan hubungan antar variabel independen dan dependen. Bila dalam penelitian ada variabel moderator dan intervening, maka perlu juga dijelaskan, mengapa variabel itu ikut dilibatkan dalam penelitian. Pertautan antar variabel tersebut, selanjutnya dirumuskan ke dalam bentuk paradigm penelitian. Oleh karena itu pada setiap penyusunan paradigma penelitian harus didasarkan pada kerangka berfikir.

Kerangka berfikir dalam suatu penelitian perlu dikemukakan apabila peneliti bermaksud merumuskan hipotesis baik yang asosiatif maupun komparatif. Apabila penelitian hanya membahas sebuah variabel atau lebih secara mandiri, maka yang dilakukan peneliti disamping mengemukakan deskripsi teoritis untuk masing-masing variabel, juga argumentasi terhadap variasi besaran variabel yang diteliti.

Kerangka berfikir yang dihasilkan dapat berupa kerangka berfikir yang asosiatif atau hubungan maupun komparatif atau perbandingan. Kerangka berfikir asosiatif dapat menggunakan kalimat seperti jika begini maka akan begitu; jika peratan kerja canggih, maka produktivitas barang ayang dihasilkan akan tinggi. Jika penayangan iklan menarik, maka nilai penjualan akan tinggi; jika pengawsan dilakukan dengan baik ( positif ) maka kebocoran anggaran akan berkurang ( negative ). Contohnya pertama dan kedua adalah hubungan positif, sedangkan contoh yang ketiga hubungan negative.

C. Hipotesis Penelitian

Titik tolak untuk merumuskan hipotesis adalah merumuskan masalah, dan kerangka berfikir. 
Contoh rumusan masalah “ Adakah  pengaruh kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai ?”
Contoh kerangka berfikir “ Jika kepemimpinan baik, maka motivasi kerja akan tinggi “
Hipotesisnya yaitu “ Ada pengaruh yang tinggi atau rendah dan signifikan kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai “

Bila rumusan masalah berbunyi “ Adakah perbedaan jeuntungan antra barang yang diiklankan antara barang yang diiklankan menggunakan TV dengan Radio ? Kerangka berfikirnya yaitu “ Karena barang yang diiklankan lewat TV lebih menarik daripada radio, maka barang yang diiklankan lewat TV akan lebih banyak dibeli oleh masyarakat daripada barang yang diiklankan lewat radio. Karena lebih banyak dibeli, maka keuntungannya akan lebih tinggi. Dengan demikian hipotesisnya adalah “ Terdapat perbedaan keguntungan yang signifikan antara barang yang diiklankan melalui TV dengan barang yang diiklankan melalui radio”. Atau “ Barang yang diiklankan melalui TV keuntungannya akan lebih tinggi daripada barang yang diiklankan melalui radio “.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

0 Response to "Belajar Landasan Teori, Kerangka Berpfikir dan Pengajuan Hipotesis"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel